Investasi di Pasar Modal Diklaim Lebih Menguntungkan

SURABAYA –Investasi di pasar modal diklaim lebih menguntungkan dibanding produk lain seperti emas dan deposito. Rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar saham selama sepuluh tahun terakhir sebesar 21,18%, lebih tinggi dibanding rata-rata suku bunga deposito perbankan selama sepuluh tahun terakhir yang hanya sebesar 7,47%.

Trainer pasar modal dari PT Phintraco Securitas Kusumawardani mengatakan, untuk investasi emas, rata-rata hanya mendapat imbal investasi 10,02%. Sebenarnya, investasi di pasar modal tidak sulit.

Nilai pembukaan rekening saham juga tidak mahal, hanya ratusan ribu. Terkait kemampuan investasi di saham, juga bisa dipelajari. Baik mengenai risiko maupun peluang keuntungan. “Pilihan saham yang dikehendaki juga beragam. Yang berbasis syariah juga ada,” katanya.

Dia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir ini, pemahaman dan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal mulai meningkat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya menunjukkan, indeks literasi atau indikator pemahaman masyarakat terkait pasar modal naik dari 3,75% menjadi sekitar 44%. Kenaikan ini karena sosialisasi terkait literasi pasar modal.

Naiknya indeks pemahaman masyarakat terhadap pasar saham merupakan pertanda bagus. “Artinya, masyarakat sudah mulai memahami bahwa ada produk-produk lain di luar perbankan yang itu lebih menguntungkan,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BEI Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni menargetkan, tahun ini ada penambahan jumlah investor di Jawa Timur (Jatim) sebanyak 12.000 rekening saham. Saat ini, jumlah investor di Indonesia lebih dari 500.000.

Dari jumlah itu yang berasal dari Jatim sekitar 65.000 investor. Tahun lalu di Jatim ada penambahan 11.000 investor. “Investor di Jatim paling banyak berasal dari Surabaya dan kota-kota yang ada di sekitarnya,” ujar Ana.

Untuk meningkatkan jumlah investor, BEI akan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Pasalnya, tingkat pemahaman a

tau literasi masyarakat terhadap industri pasar modal belum terlalu tinggi. Meski mengalami peningkatan dibandingkan pada 2013 yang sebesar 3,79%, angka ini masih di bawah indeks literasi sektor keuangan lainnya.

Indeks literasi tertinggi tercatat pada sektor perbankan sebesar 28,94%. “Secara nasional, kami menargetkan jumlah investor di Tanah Air itu bisa mencapai 2,5 juta atau 1% dari total populasi penduduk Indonesia,” tandasnya.

Source: okezone.com

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *